Telaah Kitab

 

TENTANG MANAQIB SYEKH AHMAD TIJANI

(KITAB FAIDHUR RABBANI)

 

Kitab Faidhu Rabbani ditulis oleh Syekh Umar Baidhowi Baa Syaiban*, murid Syekh Muhamad Yusuf* Ampel Surabaya. Pada cover kitab tersebut mualif hanya menuliskan talaamidz Syekh Muhamad bin Yusuf Surabaya. Saya mendengar langsung dari Kang Ustadz Zaki Yamani bahwa itu merupakan bentuk ketawaduan seorang murid terhadap gurunya. Dalam cover kitab tertulis titimangsa penulisan yaitu  21 Rabiul Awal 1403 H Kamis bersetuju dengan tanggal 6 Januari 1983 M.

Saya diberi kitab Faidhu Robbani ini oleh Kang Ustadz Zaki Yamani dalam bentuk PDF yang dishare di grup WA MAJLIS TARBIYAH-SUKARAJA. Beliau diberi langsung oleh Gus Noval (Cucu Syekh Umar Baidowi) dan mengizinkan Ikhwan boleh mencetak kitab tersebut. Menurut Kang Zaki dari Gus Noval bahwa Kitab Faidhu Rabbani ini merupakan tulisan tangan asli dari mualif kitab yaitu Syekh Umar Baidhowi Baa Syaiban.

Kitab Faidhu Rabbani adalah kitab khusus yang menerangkan tentang manaqib Syekh Ahmad Tijani. Kitab ini dimulai dengan shalawat fatih dan doa, lalu dilanjutkan dengan syair pujian. Bagian isi manaqib terdiri dari 15 bagian. Setiap bagian disisipi doa memohon faid dan madad dari Sidi Syekh. Bagian satu dimulai dengan muqadimah. Bagian dua sampai bagian enam menerangkan manaqib Sidi Syaikh mulai dari nasabnya, riwayat masa kecilnya, permulaan perjalanan suluknya, perjalanan suluk dan hajinya, sampai masa dibaiatnya Sidi Syaikh oleh Rasululluhlah menjadi wali Al khotam, yang dilanjutkan dengan bagian Madah (Syair Pujian) kepada Syekh Ahmad Tijani (dalam pembacaannya dilakukan dengan Mahallul Qiyam). Setelah bagian madah, ada sembilan bagian: tentang sifat-sifat dan kepribadian Sidi Syaikh, karomah-karomahnya, derajat dan maqomnya, pesan dan berita gembira dari Rasululloh kepada Sidi Syaikh, derajat thoriqoh Tijani dan ahli thoriqahnya, syair bertawasul kepada Sidi Syaikh, derajat Syaikh At Tijani di akhirat, keutamaan orang cinta kepada Sidi Syaikh, dan keutamaan thoriqah Tijani. Bagian akhir disempurnakan dengan doa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syair

Muqodimah